Rabu, 06 November 2013

Perkamen

Perkamen adalah media untuk menulis yang di buat dari kulit binatang. Yang biasanya di pakai ialah kulit sapi, kambing, biri-biri, domba, dan keledai. Perkamen biasanya digunakan sebagai halaman dalam sebuah buku, kodeks, atau naskah.

Kata perkamen sendiri di ambil dari kota Yunani, Pergamon atau Pergamos yang sekarang terletak di Turki dan bernama Bergama. 
Perkamen berbeda dengan kulit yang di pakai sebagai bahan. Meski perkamen dalam proses pembuatannya direndam di dalam air kapur, perkamen tidak di samak. Sehingga perkamen, peka terhadap kelembaban udara dan tidak tahan air.

Dalam bahasa inggris perkamen, “Parchment”. Perkamen telah digunakan semenjak 200tahun SM. 
Jenis-jenis perkamen, menurut jenis bahan :
  • Perkamen Uterine, perkamen yang di buat dari kulit binatang yang belum lahir. Kulit dalam rahim binatang merupakan bahan kulit yang tipis dan kuat
  • Perkamen Goldbeater, perkamen jenis ini di buat dari kulit sapi. Jenis perkamen ini di proses dan di bentuk sama seperti perkamen biasa. Jenis perkamen Goldbeater ini tipis, kuat dan dapat dilebarkan tanpa menyebabkan kerusakan
  • Perkamen transparan, digunakan untuk menuskrip agar menjadikannya lebih dekoratif.  

Proses pembuatan perkamen 
  •  Pemilihan kulit
  •  Mencuci kulit
  • Perendaman
  • Menghilangkan bulu
  • Merendam dan mencuci kembali
  • Peregangan
  • Pengeringan
Lembaran-lembaran perkamen yang siap dipakai itu biasanya disatukan menjadi sebuah gulungan (scroll) yang panjang normalnya bisa mencapai dua belas kaki. 

Kelebihan dan Kekurangan Perkamen

#Perkamen tidak mengandung asam yang tinggi, sehingga tidak mudah berubah warna.
#Fleksibel, karena dapat digunakan di kedua sisinya
#Mudah dibaca dan dikoreksi kembali
#Proses waktu pembuatan keseluruhan perkamen lebih lama.



  • FAKTOR INTERNAL & EKSTERNAL
    Durabilitas: Perkamen memiliki kemampuan untuk menyerap dan mengeluarkan uap yang sangat tinggi. Hal ini mengakibatkan perkamen mudah rusak apabila kelembaban tidak sesuai. Apabila kelembaban udara sekitarnya tinggi, maka perkamen tidak akan bertahan lama (basah). Sedangkan apabila kelembaban udara disekitarnya rendah, perkamen akan menjadi kering dan mudah rusak sehingga tinta atau cat yang berada di permukaan perkamen akan mengelupas.

  • Cahaya: perkamen akan mengalami kekeringan sehingga mudah hancur.

  • Panas: apabila perkamen terlalu sering terkena panas, maka akan berkerut-kerut.

  • Serangga: serangga cenderung mengkonsumsi perkamen dengan menggigiti pinggiran perkamen sehingga meninggalkan kerusakan yang terlihat jelas.

Sumber dari :  http://tamarasusetyofibui.blogspot.com/2007/09/kelompok-perkamen.html , id.wikipedia.org/wiki/Perkamen‎ , http://sejarah.kompasiana.com/2013/10/20/fakta-fakta-menarik-mengenai-material-tulisan-pada-abad-pertama-masehi-602293.html
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar